Minggu, 15 Maret 2015

SOLUSIO PLASENTA




Solusio Plasenta


A.  Definisi Solusio Plasenta
Solusio plasenta adalah lepasnya sebagian atau seluruh jaringan plasenta yang berimplantasi normal pada kehamilan di atas 22 minggu dan sebelum anak lahir .

B.  Penyebab Solusio Plasenta
Penyebab utama dari solusio plasenta masih belum diketahui pasti. Meskipun demikian ada beberapa factor yang diduga mempengaruhi nya, antara lain :
1.    Penyakit hipertensi menahun
2.     Pre-eklampsia
3.    Tali pusat yang pendek
4.      Trauma
5.     Tekanan oleh rahim yang membesar pada vena cava inferior uterus yang sangat mengecil ( hidramnion pada waktu ketuban pecah, kehamilan ganda pada waktu anak pertama lahir
Di samping hal-hal di atas, ada juga pengaruh dari :
1)       Umur lanjut
2)        Multiparitas
3)         ketuban pecah sebelum waktunya
4)       defisiensi asam folat
5)        merokok, alcohol, kokain
6)        mioma uteri


C. Klasifikasi Solusio Plasenta
Secara klinis solusio plasenta dibagi dalam :
1)       solusio placenta ringan
2)        solusio placenta sedang
3)        solusio placenta berat
Klasifikasi ini dibuat berdasarkan tanda-tanda klinisnya, sesuai derajat terlepasnya placenta.Pada solusio placenta, darah dari tempat pelepasan mencari jalan keluar antara selaput janin dan dinding rahim dan akhirnya keluar dari serviks dan terjadilah solusio placenta dengan perdarahan keluar / tampak.Kadang-kadang darah tidak keluar tapi berkumpul di belakang placenta membentuk hematom retroplasenta.Perdarahan ini disebut perdarahan ke dalam/ tersembunyi.Kadang- kadang darah masuk ke dalam ruang amnion sehingga perdarahan tetap tersembunyi.

D. Gejala klinis Solusio Plasenta
1.    Perdarahan yang disertai nyeri, juga diluar his.
2.    Anemi dan syok, beratnya anemi dan syok sering tidak sesuai dengan banyaknya darah yang keluar.
3.    Uterus keras seperti papan dan nyeri dipegang karena isi uterus bertambah dengan darah yang berkumpul di belakang placenta sehingga uterus teregang (uterus en bois).
4.    Palpasi sukar karena rahim keras.
5.    Fundus uteri makin lama makin naik
6.      Bunyi jantung biasanya tidak ada
7.      Pada toucher teraba ketuban yang tegang terus menerus (karena isi uterus bertambah
8.     Sering ada proteinuri karena disertai preeclampsia

E. Diagnosis Solusio Plasenta
Diagnosis solusio plasenta didasarkan adanya perdarahan antepartum yang bersifat nyeri, uterus yang tegang dan nyeri.Setelah plasenta lahir, ditemukan adanya impresi (cekungan) pada permukaan maternal plasenta akibat tekanan dari hematom retroplasenta.

F. Penanganan Solusio Plasenta
1.    Solusio plasenta ringan : Apabila kehamilannya kurang dari 36 minggu, perdarahannya kemudian berhenti, perutnya tidak menjadi sakit, uterusnya tidak menjadi tegang maka penderita dapat dirawat secara konservatif di rumah sakit dengan observasi ketat.
2. Solusio plasenta sedang dan berat : Apabila perdarahannya berlangsung terus, dan gejala solusio plasenta bertambah jelas, atau dalam pemantauan USG daerah solusio plasenta bertambah luas, maka pengakhiran kehamilan tidak dapat dihindarkan lagi.Apabila janin hidup, dilakukan sectio caesaria.Sectio caesaria dilakukan bila serviks panjang dan tertutup, setelah pemecahan ketuban dan pemberian oksitosin dalam 2 jam belum juga ada his. Apabila janin mati, ketuban segera dipecahkan untuk mengurangi regangan dinding uterus disusul dengan pemberian infuse oksitosin 5 iu dalam 500cc glukosa 5% untuk mempercepat persalinan.