Jumat, 15 Mei 2015

BAHAN AJAR KB IMPLANT



BAHAN AJAR

KONTRASEPSI IMPLAN

1.      Pengertian
kontrasepsi implan atau yang juga disebut dengan alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK). Yaitu alat kontrasepsi kombinasi yang berupa batang silastik atau batang putih lentur yang nantinya dipasang dibawah kulit lengan ibu yang fungsinya untuk mencegah kehamilan.

2.      Jenis Kontrasepsi Implan
a.       Norplant. Terdiri dari 6 batang silastik berongga, dengan panjang 3,4 cm, dengan diameter 2,4 mm, yang diisi dengan 36 mg levonogestrel dan lama kerjanya 5 tahun.
b.      Implanon. Terdiri dari 1 batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm, dan diameter 2mm, yang diisi dengan 68 mg 3-keto-degestrel dan lama kerjanya adalah 3 tahun.
c.       Jedena dan implanont. Terdiri dari 3 batang yang diisi dengan 75 mg levonogestrel dengan lama kerja 3 tahun.

3.      Cara Kerja
a.       Lendir servik menjadi kental.
b.      Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi.
c.       Mengurangi transportasi sperma.
d.      Menekan ovulasi.


4.      Keuntungan Kontrasepsi Dari Kontrasepsi Implan
a.       Daya guna tinggi
b.      Perlindungan jangka panjang (sampai dengan 5 tahun)
c.       Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan.
d.      Tidak memerlukan pemeriksaan dalam.
e.       Bebas dari pengaruh estrogen
f.       Tidak mengganggu SI.
g.      Tidak mengganggu kegiatan senggama.
h.      Klien hanya perlu kembali keklinik bila ada keluhan.
i.        Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan klien.

5.      Keuntungan Nonkontrasepsi dari Kontrasepsi Implan.
a.       Mengurangi nyeri haid
b.      Mengurangi jumlah darah haid
c.       Mengurangi/memperbaiki anemia.
d.      Melindungi terjadinya kanker endometrium
e.       Menurunkan angka kejadian tumor jinak payudara.
f.       Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang panggul.
g.      Menurunkan angka kejadian endometriosis.

 6.      Keterbatasan
Pada kebanyakan klien dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa. perdarahan bercak (spotting), hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid, serta menorea.Timbulnya seperti:
a.       Nyeri kepala
b.       Peningkatan/penurunan berat badan.
c.       Nyeri payudara.
d.       Perasaan mual.
e.        Pening/pusing kepala.
 f.        Perubahan perasaan (mood) atau kegelisahn (nervousness).
   g.       Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan.
h.       Tidak  memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual termasuk aids.
i.         Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai dengan keinginan, akan tetapi harus pergi keklinik untuk pencabutan.
j.        Efektifitasnya menurun bila menggunakan obat-obat tuberkulosis (rimpafisin) atau obat epilepsi (fenitoin dan harbiturat).
k.      Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1,3 per 100.000 perempun pertahun).

7.      Yang Boleh Menggunakan Implan
a.       Usia reproduksi
b.      Telah memiliki anak ataupun yang belum.
c.       Menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektifitas tinggi dan menghendai pencegahan kehamilan jangka panjang.
d.      Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi.
e.       Pascakeguguran.
f.       Tidak menginginkan anak lagi, tetapi menolak sterelisasi.
g.      Riwayat kehamilan ektopik.
h.      Tekanan darah <180/110 mmhg, dengan masalah pembekuan darah atau anemia bulan sabit (sickle cell).
i.        Tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen. Sering lupa menggunaknan pil.

8.      Yang Tidak Boleh Menggunakan Implan
a.       Hamil atau diduga hamil
b.      Perdarahan pervagina yang belum jelas penyebabnya.
c.       Benjolan/kanker payudara atau riwayat kanker payudara.
d.      Tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi.
e.       Mioma uterus dan kanker payudara.
f.       Gangguan toleransi glukosa.

9.      Waktu Menggunakan Implan
a.       Setiap saat selama siklus haid hari ke-2 smpai hari ke-7. Tidak perlu dilakukan metode kontrasepsi tambahan.
b.      Jika tidak haid, pemasangan  implan bisa dilakukan asal diyakini bahwa ibu tidak hamil atau dicurigai hamil.
c.       Jika menyusui antara 6 minggu sampai 6 bulan pasca persalinan, pemasangan implan dapat dilakukan setiap saat, jika menyusui penuh,ibu tidak perlu memakai kontrasespi lain.
d.      Bila klien ingin menggunakan hormonal dan ingin menganti dengan implan, pamasangan dapat segera dipasang setiap saat asal ibu tidak hamil.
e.       Jika kontrasepsi sebelumnya adalah suntikan, implan dapat dipasang pada saat jadwal suntikan tersebut.
f.       Bila kontrasepsi sebelumnya adalah  hormonal (kecuali AKDR) dan ibu ingin menggantinya dengan implant, pemasangan dapat dilakukan setiap saat asal diyakini bahwa ibu tidak hmil.
g.      Bila kontrasepsi sebelumnya adalah AKDR dan klien ingin menggantinya dengan implan, pemasangan dapat dilakukan pada saat haid hari ke-7 dan ibu jangan melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan kontrasepsi lain untuk 7 hari saja setelah pemasangan. AKDR segera dicabut.
h.      Pasca keguguran implan bisa segera dipasang.



                  10.  Daftar Pustaka
      Bari Saifudin,abdul.2006.Buku Panduan Praktis Pelayanan
              Kontrasepsi.Jakarta.yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar